KESEHATAN MATA

Mata kelelahan (astenopia) banyak diderita oleh orang yang menggunakan komputer dalam waktu lama. Keluhan yang kerap dialami penderita antara lain mata tak nyaman, iritasi, panas, mengantuk, cepat lelah, mengantuk, mata merah, serta berarir. Gejala tersebut juga diikuti oleh sakit kepala, pegal di sekitar bahu, punggung, dan pinggang, bahkan vertigo.

Pada pengguna komputer, astenopia terjadi karena kelelahan mata akibat memusatkan pandangan pada komputer, di mana obyek yang dilihat terlalu kecil, kurang terang, atau bergerak. Biasanya mata menjadi kurang berkedip, sehingga penguapan air mata meningkat dan mata menjadi kering.

Untuk menghindari efek negatif tersebut, berikut acuan yang perlu diperhatikan.

1. Hindari Pantulan.

Pindahkan letak layar monitor Anda jika terdapat pantulan, entah itu sinar matahari atau lampu. Idealnya di belakang kursi Anda terdapat dinding sehingga tidak ada pantulan. Jika tidak memungkinkan, tutup tirai jendela saat matahari terik atau geser layar monitor Anda.

2. Posisi layar monitor komputer seharusnya berada di bawah level mata.

3. Atur Pencahayaan

Menggunakan komputer di bawah cahaya yang terlalu terang atau terlalu gelap tidak disarankan. Sebaiknya cahaya berasal dari atas dan tidak menimbulkan bayangan. Cahaya yang berasal dari belakang monitor akan membuat mata cepat lelah karena mata harus fokus pada dua sumber cahaya sekaligus, yakni lampu dan layar monitor.

4. Bersihkan layar monitor.

Secara berkala bersihkan layar monitor untuk mengurangi muatan elektrostatik.

5. Atur jarak fokus ke monitor, kurang lebih sekitar 30 cm.

6. Aturlah objek atau bahan yang akan diketik di samping layar monitor. Hal ini untuk mengurangi gerakan mata dan kepala.

7. Istirahat tiap dua jam.

Setiap bekerja di depan komputer selama satu sampai dua setengah jam, mata perlu beristirahat 10-20 menit.

Minggu, 31 Oktober 2010

NETRA, Teknologi yang Murah untuk Pemeriksaan Mata

27 07 2010 Kesalahan diagnosis pada kelainan mata merupakan salah satu penyebab kebutaan. Dalam pemeriksaan mata, untuk dapat menentukan apakah mata itu rabun jauh, rabun dekat, atau pun astigmatis dapat menggunakan dua macam alat di dunia kedokteran.
Alat yang pertama adalah Phoropter, yaitu pasien digunakan menggunakan alat itu, sedangkan pasien yang menggunakanya harus membaca huruf di papan(huruf besar kecil yang biasa dilihat pada dokter spesialis mata). Yang kedua adalah menggunakan Aberrometer, yaitu suatu alat yang akan memancarkan laser, kemudian dengan analisis array dapat diketahui karakteristik mata tersebut.
Alat-alat dengan nama di atas tentu tidak murah, terutama aberrometer. Hal ini lah yang menjadi kendala di berbagai negara berkembang. Hal ini salah satu yang menginspirasi tim dari MIT untuk mengembangkan teknologi pemeriksaan mata yang murah yaitu NETRA(Near Eye Tool for Refractive Assessment). NETRA hanya menggunakan HP sejenis PDA dengan ditambahkan ekstensi lensa dilengkapi dengan alat untuk meletakkan di PDA.
Lensa yang merupakan ekstensi dilengkapi dengan matriks titik yang berukuran tiga kali tiga. Dan ketika di jalankan akan dimunculkan garis dari berbagai sisi sebanyak delapan kali. Jika sebelumnya pemeriksaan mata membutuhkan waktu yang cukup lama, dengan alat ini hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit. Dan hasilnya pun cukup akurat dan dapat dibandingkan dengan hasil pemeriksaan menggunakan Aberrometer.